Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.Disini saya akan menceritakan sedikit mengenai sayaMengejar Mimpi Dimasa Depan, saya adalah seorang gadis desa yang mempunyai mimpi yang sangat tinggi bahkan keinginan yang luar biasa, sejak kecil saya sudah bercita-cita menjadi guru dan saya ingin sekali mewujudkan mimpi itu, impianku hari ini adalah kenyataan dihari esok. Impian/cita-cita adalah keinginan dimasa mendatang untuk meraih sebuah posisi atau kondisi tertentu. Ketika masih kecil, dengan semangat saya dan teman-teman saya menjawab saat ditanya “Cita-Citanya apa? Jawaban kami beragam, ada yang ingin menjadi dokter, guru, polisi, pilot, dan seterusnya. Begitu pula saat saya masih kecil ditanya cita-citanya apa? Dengan semangat saya menjawab “Mau jadi guru” karena bagi saya menjadi seorang guru adalah hal yang sangat menyenangkan. Memilikimasa depan yang cerah pasti menjadi tujuan hidup semua orang. Sukses dalam pendidikan karier, dan memiliki keluarga yang bahagia merupakan definisi sebagian besar orang tentangmasa depan yang cerah, tetapi bahwa menggapai masa depan yang didamba-dambakan, tidak semudah menjetikkan jari. Banyak rintangan yang harus dilewati, entah itu dari dalam diri sendiri, atau juga lingkungan sekitar. Karenanya jangan pernah patah semangat untuk memulai rintangan-rintangan tersebut. Seiring berjalannya waktu, sewaktu saya duduk di SMP, keinginku tetap jadi guru, apa lagi melihat guruku semakin membuatku ingin mewujudkan cita-cita ini karena ibu mariam, (Guru Bahasa Indonesia) Begitu antusias mengajarkan kami ilmu dengan kesungguhan yang luar biasa. Selain itu beliau sangatlah disiplin, bijaksana, pintar dan ramah.Waktu terus berlalu, Bertambahnya Usia semakin mematangkan pikiranku mau dibawa kemana hdup yang sekali ini. sayapun masuk keperguruan tinggi yaitu di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) disini saya mengambil Jurusan keguruan yaitu “Pendidikan Matematika” sebenarnya saya tidak menyukai pelejaran ini entah mengapa ketika saat pendaftaran pamanku menyuruh untuk memilih jurusan pendidikan matematika, sekita itu saya setuju-setuju saja karena telah diyakinkan oleh paman bahwasanya jurusan ini gampang kamu pasti bisa, setelah lulus diperguruan tinggi ini, saya sangat menyesal karena sudah memilih jurusan ini karena apa yang disebut pamanku itu bohong karena menurut saya pelajaran ini sangat susah, tetapi saya meyakinkan diri bahwasanya saya itu bisa mempelajarin ini semua.
Setiap orang pasti memilikimimpi, memiliki cita-cita akan sesuatu, dan mereka memiliki cara sendiri untuk mewujudkan cita-citanya menjadi nyata. Bagi pengejar cita-cita pasti kerap merasakan kondisi berada diatas dan dibawah, dan ketika berada dibawah inilah terkadang membuat pengajar mimpi sulit bangkit kembali. Namun bagi kamu yang dalam kondisi seperti ini, jangan terlalu berlarut-larut. Kamu harus segera bangkit, dan banyak cara yang dilakukan Adapun orang yang kecewa karena gagal mewujudkan cita-citanya atau mimpinya mereka yang berputus asa dalam mengejar mimpi dimasa depannya haruslah semangat, karena untuk mengejar mimpi dan cita-cita dalam hidup tentunya dibutuhkan kerja keras. Mimpi dan niat merupakan awal dari segalanya, mengembangkan diri sendri dan berusaha keras adalah kunci meraihmasa depan yang cerah, jika yakin dengan kemampuan sendiri maka kita akn berani mencoba hal atau tantangan baru. Sukses atau gagal tidaklah jadi masalah, karena yang terpenting, kita jangan pernah takut untuk maju sebelum perang. Dan teruslah optimis dan yakin akan kemampuan diri sendiri, menjadi kunci meraih masa depan yang cerah, pokoknya jangan sampai kegagalan menjadi halangan untuk meraih masa depan yang cerah. Belajarlah selalu dari kegagalan, dan jangan lupa untuk menghargai setiap usaha yang kita buat. Dengan begitu tekat saya sangat kuat untuk mewujudkan atau mengejar mimpi dimasa depan menjadi seorang guru yang baik, sopan, disiplin, bijaksana, pintar dan ramah.
Sekian dan Terimakasih atas perhatiannya, jikalau ada kata yang kurang berkenan mohon dimaafkan, Semoga Bermanfaat. Saya sudahi Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.